Sabtu, 22 Agustus 2020

Tata Cara Pencairan Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan Rp 600.000

Tata Cara Pencairan Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan Rp 600.000

Jakarta - Pemerintah bakal memberikan bantuan langsung tunai ( BLT) kepada karyawan swasta yang menjadi perserta BP Jamsostek ( subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan) dalam program Bantuan Subsidi Upah (BPU). Skema subsidi gaji karyawan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan atau total Rp 2,4 juta ini akan diberikan setiap dua bulan sekali. Dengan begitu, dalam satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta ( bantuan pemerintah gaji dibawah 5 juta). Syarat ketentuan penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan ( bantuan karyawan 600.000) adalah peserta yang masih aktif, dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan, berdasarkan data upah yang dilaporkan dan tercatat pada BPJS Ketenagakerjaan. Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja, menjelaskan pemerintah sudah menerbitkan Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 untuk mengatur skema pencarian subsidi gaji karyawan tersebut.

Syarat Baru Pencairan Subsidi Gaji atau Bantuan Subsidi Upah via ...

"Permenaker tersebut berisi pedoman mengenai kriteria, besaran dan tata cara pemberian Bantuan Subsidi Upah. Ketentuan lebih lanjut mengenai petunjuk teknis penyaluran bantuan akan ditetapkan oleh Dirjen Kemnaker," kata Utoh kepada Kompas.com, Selasa (18/8/2020). Selain gaji bulanan di bawah Rp 5 juta, syarat untuk mendapatkan program subsidi gaji BPJS Ketenagakerjaan yakni bukan pegawai BUMN dan BUMN, serta bukan PNS. Menurut Utoh, berikut tata cara pemberian Bantuan Subsidi Upah ( bantuan 600.000 dari pemerintah): Data calon penerima adalah dari data karyawan swasta peserta aktif yang dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BP Jamsostek Data sesuai kriteria dilaporkan BP Jamsostek kepada pemerintah sebagai pengguna anggaran Pemerintah memerintahkan bank untuk menyalurkan langsung ke rekening bank penerima bantuan secara bertahap


Untuk kriteria penerima Bantuan Subsidi Upah antara lain: WNI yang memiliki NIK Pekerja Penerima Upah yang terdaftar aktif di BP Jamsostek pada bulan Juni 2020 Gaji atau upah yg dilaporkan perusahaan dan tercatat pada BP Jamsostek di bawah 5 juta. Memiliki rekening bank ( bantuan pemerintah lewat rekening)


Bagaimana jika gaji tidak lewat transfer bank? Bagi peserta BP Jamsostek yang tidak menggunakan rekening bank dalam penggajian, perusahaan pemberi kerja diminta melakukan koordinasi dengan bank dan BP Jamsostek Karyawan bersangkutan bisa meminta perusahaan pemberi kerja, dalam hal ini HRD, untuk mendaftarkan nomor rekeningnya ke BPJS Ketenagakerjaan untuk kemudian diverifikasi. "Gaji masih manual bisa (terima subsidi gaji), dibuatkan nomor rekening. Kantor Cabang BP Jamsostek berkoordinasi dengan perbankan juga membantu di lapangan," jelas Utoh dikonfirmasi, Selasa (18/8/2020).


Dikatakan Utoh, untuk memfasilitasi subsidi gaji untuk karyawannya, perusahaan yang gaji pegawainya dibayarkan manual tanpa lewat transfer bank, harus perlu proaktif untuk melakukan koordinasi dengan bank dan BP Jamsostek. "Koordinasi antara pihak perusahaan, perbankan, dan BP Jamsostek," terang Utoh. Selain itu, karyawan juga bisa meminta perusahaan pemberi kerja untuk mendaftarkannya sebagai penerima subsidi gaji dari pemerintah ( BLT untuk gaji di bawah 5 juta atau bantuan pemerintah gaji dibawah 5 juta). "Diminta pemberi kerja (perusahaan) dan tenaga kerja ikut proaktif untuk segera menyampaikan data nomor rekening dimaksud sesuai kriteria pemerintah," ujar Utoh.


Minggu, 22 Maret 2020

Kabar Duka! Pemeran Wiro Sableng Meninggal Dunia

Kabar Duka! Pemeran Wiro Sableng Meninggal Dunia
Kabar Duka! Pemeran Wiro Sableng Meninggal Dunia

BERITA JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air. Kali ini, pemeran Wiro Sableng, Abi Cancer, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu, (22/3) malam. Hal tersebut disampaikan oleh aktor sekaligus sahabat Abi Cancer, Evry Joe, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Senin (23/3).

Sebelum tutup usia, Abi Cancer sudah membintangi berbagai sinetron dan judul film. Seperti apa sosok Abi Cancer? Berikut himpun deretan faktanya, Senin (23/3).

1. Namanya dikenal publik setelah membintangi serial Wiro Sableng

Nama Abi Cancer dikenal publik setelah ia membintangi serial 'Wiro Sableng' musim kedua, menggantikan Ken-Ken. Pemilik nama asli Radityo Wibowo ini memerankan tokoh Wiro Sableng dari episode 59 sampai 91.

Beberapa judul serial 'Wiro Sableng' yang diperankan Abi Cancer antara lain, 'Siluman Biru Menabur Dendam', 'Peramal Sinting & Pendekar Kecapi', dan 'Purnama Berdarah'.

2. Menjadi orang keempat yang membintangi Wiro Sableng

Abi Cancer merupakan orang keempat yang membintangi karakter Wiro Sableng. Karakter tersebut sebelumnya diperankan oleh Tony Hidayat, Atin Martino, dan Ken-Ken alias Herning Soekendro.

Sejauh ini, karakter Wiro Sableng sendiri sudah diperankah oleh 5 aktor Tanah Air. Terakhir, karakter Wiro Sableng diperankan oleh aktor muda Vino G. Bastian.

3. Bermain di berbagai sinetron dan layar lebar

Setelah sukses memerankan Wiro Sableng, nama Abi Cancer kian moncer di dunia hiburan. Beberapa sinetron dan film layar lebar pun ia bintangi. Salah satu film layar lebar yang ia bintangi adalah 'The Raid', sebuah film laga yang berhasil menembus pasar internasional.

4. Derita kolestrol dan jantung

Sebelum meninggal, Abi Cancer diketahui menderita penyakit kolesterol dan jantung. Menurut sang istri, suaminya sudah menderita gangguan jantung sejak Desember 2019 lalu. Bahkan, menurutnya, suaminya pernah dirawat di rumah sakit akibat detak jantungnya sempat berhenti pada bulan Februari lalu.

5. Kronologi meninggalnya Adi Cancer

Serangan jantung juga kembali menyerang Abi Cancer, Minggu (22/3) malam. Saat dibawa ke ICU rumah sakit, jantung dari Abi Cancer sudah tidak berdetak. Ia pun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.00 WIB.

Jenazah Abi Cancer rencananya akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur pada Senin (23/3) siang.

Itulah beberapa fakta Abi Cancer, pemeran Wiro Sableng yang baru saja tutup usia. Semoga amal ibadahnya diterima, dan mendapatkan tempat terbaik di sisiNya

2 Karyawan Indosat Ooredoo Positif Covid-19

2 Karyawan Indosat Ooredoo Positif Covid-19
Dua karyawan Indosat Ooredoo dinyatakan positif Covid-19 . Kedua karyawan tersebut bekerja di kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta.

2 Karyawan Indosat Ooredoo Positif Covid-19

Diungkap SVP-Head Corporate Communications Indosat Ooredoo Turina Farouk, saat ini kedua karyawan yang positif Covid-19 telah dalam penanganan medis dengan baik dan intensif.

"Perusahaan berharap mereka dapat segera sehar dan pulih serta terbebas dari Covid-19 . Perusahaan memastkan bahwa penanganan karyawan yang terkena virus telah sesuai dengan prosedur medis dan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah," kata Turina, dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Senin (23/3/2020) pagi.

Turina menyebut, sejak virus corona mulai menyebar dan menjadi perhatian bersama, Indosat Ooredoo langsung melakukan berbagai upaya pencegahan dan perlindungan bagi karyawan agar aman dan terhindar dari penyebaran virus corona.

Terapkan Work from Home
Base Transceiver Station (BTS) milik Indosat. (Doc: Indosat Ooredoo)
Misalnya, Indosat Ooredoo menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home), disinfektasi di seluruh kantor operasional dan pusat layanan pelanggan, serta pelaksanaan protokol pengukuran suhu tubuh terhadap setiap karyawan dan tamu perusahaan. Indosat Ooredoo juga memberikan informasi terkini terkait virus corona kepada karyawan.

"Perusahaan memastikan telah mengikuti seluruh kebijakan dari pemerintah dalam menghadapi dan menangani wabah ini, sebagai komitmen untuk terus melindungi karyawan dan pelanggannya," kata Turina.

Indosat juga terus memberikan layanan terbaik agar masyarakat dapat tetap beraktifitas dan tetap produktif dengan semaksimal mungkin memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan digital dalam menghadapi situasi yang sulit saat ini.

Arti ODP, PDP, hingga Imported Case yang Masuk Kamus Corona COVID-19

Arti ODP, PDP, hingga Imported Case yang Masuk Kamus Corona COVID-19
Arti ODP, PDP, hingga Imported Case yang Masuk Kamus Corona COVID-19

Tak sedikit istilah baru yang didengar masyarakat yang berkaitan dengan pasien virus corona atau COVID-19. Mulai dari ODP, PDP, suspect , dan cara penyebaran virus corona itu sendiri.

Dari penyakit yang sudah menjadi pandemi ini, masyarakat jadi paham dengan bermacam-macam istilah virus corona dalam dunia medis. Apa saja kira-kira?

Dirangkum Okezone Senin (23/3/2020), ini dia ulasan selengkapnya, yang mesti dipahami. Yuk simak!

ODP
Orang Dalam Pemantauan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mendefinisikan ODP adalah sebutan untuk orang yang melakukan perjalanan dari negara terjangkit atau zona lain yang terjangkit di Indonesia.

PDP
Pasien Dalam Pengawasan, jika ODP di atas mengalami sakit maka statusnya langsung naik menjadi PDP. Sakit dalam gejala influenza sedang atau berat, misalnya ada batuk, flu, demam dan gangguan pernafasan seperti merasakan sesak.

Suspect
Apabila seseorang yang tadinya berstatus sebagai PDP pernah kontak dekat dengan orang yang positif terinfeksi COVID-19, maka orang yang awalnya berstatus PDP ini naik menjadi s uspect .

Carrier
Orang yang membawa alias pembawa virus. Pembawa virus biasanya bersifat asimtomatik, atau tidak bergejala. Tidak demam, tidak batuk, tubuh terasa fit, tidak mengalami sesak nafas. Padahal ada virus yang ia bawa di dalam tubuhnya, dan bisa menularkan ke orang lain.

Pemeriksaan spesimen
Pemeriksaan yang dilakukan pada orang-orang berstatus suspect , dilakukan dengan cara SWAB yakni tes menggunakan apusan tenggorokkan atau apusan kerongkongan. Namun saat ini, pemeriksaan spesimen sudah tidak perlu menunggu suspect terlebih dahulu. Sebab semua orang yang berstatus sebagai PDP sekarang harus diperiksa agar hasil penemuan bisa diperoleh cepat.

Imported case
Imported case artinya seseorang terinfeksi ketika sedang berada di luar negeri, baru ketahuan sakit dan positif setelah kembali ke negaranya masing-masing.

Local Transmission
Dalam Bahasa Indonesia artinya transmisi lokal. Artinya seseorang tertular dan menjadi pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19 di wilayah yang ada kasus ditemukan.

Self isolation
Artinya mengisolasi diri sendiri di rumah. Tujuannya membatasi diri sendiri untuk berinteraksi dengan orang lain.

Presiden Jokowi : 105 ribu APD segera didistribusikan

Presiden Jokowi : 105 ribu APD segera didistribusikan
Presiden Jokowi : 105 ribu APD segera didistribusikan

Masih banyak keluhan soal kelangkaan APD. Perlu saya sampaikan sekarang ini 180 negara semuanya berebut untuk mendapatkan, baik itu APD, baik itu masker, baik itu sanitizer (cairan pembersih) ...

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyampaikan pemerintah segera mendistribusikan 105 ribu Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis yang menangani pandemi COVID-19.

“Pada Sabtu (21/3) kemarin, kita telah siapkan lagi 105 ribu APD yang pada hari ini akan didistribusikan ke seluruh rumah sakit di Tanah Air,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui video conference dari RS Darurat COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin.

Kepala Negara menjelaskan saat ini sebanyak 180 negara yang terjangkit COVID-19 saling berkompetisi untuk mendapatkan pasokan APD dan juga alat-alat kesehatan lainnya. Namun, Indonesia telah mendapatkan tambahan pasokan sebanyak 105 ribu unit yang akan langsung didistribusikan ke berbagai wilayah Tanah Air yang memiliki kasus positif infeksi SARS-CoV-2.

“Masih banyak keluhan soal kelangkaan APD. Perlu saya sampaikan sekarang ini 180 negara semuanya berebut untuk mendapatkan, baik itu APD, baik itu masker, baik itu sanitizer (cairan pembersih), dan kita alhamdulillah, pada Sabtu kemarin kita telah siapkan lagi 105 ribu APD,” ujar dia.

Pemerintah mendistribusikan APD paling banyak untuk DKI Jakarta, Bogor dan Banten dengan total 45 ribu unit. Kemudian, 40 ribu unit lainnya dibagikan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta dan Bali.

Selanjutnya 10 ribu unit APD lainnya didistribusikan keluar Pulau Jawa dan Bali.

“Serta 10 ribu APD lainnya sebagai cadangan,” ujar dia.

Presiden Joko Widodo, Senin pagi, meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19.

Presiden Jokowi tiba di Wisma Atlet pukul 09.03 WIB dan disambut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menteri BUMN Erick Thohir.

Presiden langsung memasuki salah satu menara di Wisma Atlet yang akan difungsikan untuk merawat pasien COVID-19.

Kepala Negara kemudian meninjau berbagai fasilitas kesehatan untuk penanganan pasien COVID-19, seperti instalasi ruang gawat darurat, ruang inap pasien, dan juga alat-alat kesehatan seperti ventilator, dan juga Alat Pelindung Diri bagi perawat dan dokter.

Wisma Atlet memiliki kapasitas rawat inap hingga 24 ribu orang. Namun dalam tahap awal, kapasitas yang akan disiapkan untuk merawat pasien COVID-19 baru untuk 3000 orang.

Adapun total pasien positif COVID-19 hingga Minggu (22/3), 514 orang, sedangkan jumlah yang meninggal dunia 48 orang, dan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh menjadi 29 orang.

Jumat, 20 Maret 2020

Mengapa Kasus Corona di Rusia dan Afrika Rendah, Ini Penjelasannya

Mengapa Kasus Corona di Rusia dan Afrika Rendah, Ini Penjelasannya
Mengapa Kasus Corona di Rusia dan Afrika Rendah, Ini Penjelasannya

PANDEMI virus corona (COVID-19) telah menyebar hingga ke lebih dari 160 negara. Meski demikian, sebagian negara melaporkan bahwa sangat sedikit bahkan tidak ada kasus COVID-19. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan bagi negara-negara lain dengan banyak kasus COVID-19.

Seperti diketahui, penyebaran penyakit menular adalah proses rumit yang melibatkan banyak faktor. Tetapi pada intinya, semua hal ini terkait dengan pergerakan manusia. Ada beberapa parameter yang dapat digunakan untuk memperkirakan pergerakan manusia secara kasar.

Perjalanan (masuk dan keluar), migrasi, perdagangan dan jarak bisa menjadi faktor penyebaran COVID-19 ke beberapa negara di luar China. Hal yang paling mengejutkan seputar COVID-19 adalah bahwa hanya ada 63 kasus orang terinfeksi yang dilaporkan di seluruh Rusia.

Padahal Rusia memiliki hubungan perjalanan, emigrasi, imigrasi, dan perdagangan yang sangat kuat dengan China. Jumlah kasusnya yang sangat rendah menimbulkan pertanyaan terutama bagi negara-negara lain yang memiliki hubungan dekat dengan China seperti Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

Beberapa negara tersebut justru mengalami transmisi lokal yang signifikan. Menariknya lagi bahwa di 15 negara yang berbagi perbatasan darat atau laut dengan China hanya terdapat 310 kasus yang telah dilaporkan. Hanya India yang melaporkan lebih dari 100 kasus dan sepuluh negara telah melaporkan antara nol dan lima kasus.

Selain itu Afrika dan beberapa wilayah lain di dunia belum melaporkan adanya kasus COVID-19. Dari catatan khusus bahwa di benua Afrika, hanya Mesir yang melaporkan 126 kasus, dengan sebagian besar negara melaporkan antara nol hingga lima kasus. Untuk 54 negara lain di Afrika, hanya ada 253 kasus dari 167.519 kasus di seluruh dunia.

Melansir dari Greek Reporter, Sabtu (21/3/2020), ada beberapa kemungkinan yang menjadi alasan rendahnya jumlah kasus COVID-19 di banyak negara ini. Saat ini masih dalam tahap awal pandemi COVID-19, sehingga tidak mengherankan bahwa beberapa negara belum memiliki kasus dan belum mengalami penularan virus lokal.

Tetapi mengetahui alasan mengapa sebagian negara memiliki kasus COVID-19 yang rendah sangat penting bagi upaya global untuk menahan penyebaran pandemi ini. Ada sejumlah penjelasan untuk angka kasus rendah, termasuk koneksi perjalanan yang lemah, penyaringan perbatasan yang efektif dan pembatasan perjalanan, efek iklim lokal, kurangnya penyaringan atau kurangnya pelaporan.

Ketika mempertimbangkan perjalanan, banyak negara yang disinyalir memiliki tingkat pertukaran perjalanan yang sangat rendah dengan China. Ini diperkuat oleh pembatasan perjalanan yang diterapkan oleh China selama tahap awal wabah. Hal inilah yang mungkin telah menunda kedatangan COVID-19 ke banyak negara di seluruh Afrika.

Dalam skenario ini, jumlah kasus diprediksi akan meningkat secara signifikan selama dua minggu mendatang. Pasalnya transmisi ekstensif sedang berlangsung di banyak negara Eropa dengan hubungan perjalanan yang kuat ke Afrika.

Beberapa negara dengan perjalanan, migrasi, dan hubungan perdagangan yang sangat baik dengan China masih memiliki jumlah kasus kecil yang sebanding seperti Jepang dan Singapura yang memiliki kurang dari 1.000 kasus.

Untuk negara-negara lainnya, telah dilakukan penyaringan, kontrol dan pengawasan perbatasan awal dan ekstensif, yang memungkinkan akan menahan transmisi lokal. Jika langkah-langkah ini dilakukan, maka negara-negara ini mungkin hanya akan mengalami sedikit peningkatan dalam kasus COVID-19 selama beberapa minggu mendatang.

Daftar Lengkap Sebaran 224 Orang Positif Virus Corona di Jakarta

Daftar Lengkap Sebaran 224 Orang Positif Virus Corona di Jakarta
Penyebaran virus corona di Indonesia terus meningkat. Hingga 20 Maret 2020, tercatat ada 369 kasus positif corona di Indonesia sejak pertama kali diumumkan pada 2 Maret.

Sementara kasus terbanyak berada di wilayah DKI Jakarta. Dalan situs resmi pemantauan milik Pemprov DKI, tercatat ada 224 kasus positif di Jakarta. Masyarakat dapat mengakses corona.jakarta.go.id untuk mendapat informasi terkait sebaran corona di Jakarta.

Berdasarkan data Pemprov DKI, tercatat sudah 20 orang meninggal akibat virus corona. Sementara 13 orang dinyatakan sembuh, 125 masih diisolasi di rumah sakit, dan 66 orang melakukan isolasi mandiri.

Dari seluruh kasus di Jakarta ini, Pemprov DKI mencatat penyebaran corona ada di 161 kelurahan. Namun masih 63 kasus yang belum diketahui lokasinya. Sedangkan jumlah orang yang masih menunggu hasil tes masih ada 346 orang. 

Peta kronologi dan perkembangan kasus corona di Jakarta



Rabu, 18 Maret 2020

Lawan Arah dan Masuk Jalur Transjakarta, Honda BRV Tabrak Dua Mobil

Lawan Arah dan Masuk Jalur Transjakarta, Honda BRV Tabrak Dua Mobil
Lawan Arah dan Masuk Jalur Transjakarta, Honda BRV Tabrak Dua Mobil

JAKARTA - Kecelakaan yang melibatkan tiga unit mobil terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan gedung Polda Metro Jaya, Kamis (19/3/2020) pukul 05.00 WIB.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, kecelakaan itu melibatkan mobil jenis Honda BRV dikendarai LCK, Suzuki APV dikendarai AFN, dan Daihatsu Grandmax dikendarai BG.

Fahri menjelaskan, kecelakaan berawal ketika LCK mengendarai mobil dengan memasuki jalur Transjakarta.

"LCK mengendarai mobil yang melaju dari arah selatan menuju arah utara. Dia melawan arah dan lewat jalur Transjakarta," kata Fahri saat dikonfirmasi, Kamis.

LCK menabrak dua mobil yang sedang parkir di jalur Transjakarta. Saat itu, pengendara kedua mobil yang diparkir tersebut sedang melakukan pengerjaan proyek pengecoran di jalur Transjakarta.

Akibat kecelakaan itu, LCK mengalami luka pada bagian dada dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Semua kendaraan (tiga mobil) juga mengalami kerusakan," ungkap Fahri.

Breakingnews: Dolar AS Tembus Rp 16.000

Breakingnews: Dolar AS Tembus Rp 16.000
Breakingnews: Dolar AS Tembus Rp 16.000

Nilai tukar rupiah hari ini tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah hari ini telah menebus level Rp 16.000.

Mengutip data Financial Times , Kamis (19/3), nilai tukar rupiah hari ini pada pukul 10.02 WIB bergerak tertekan di Rp 15.387,68 terhadap dolar AS atau melemah 187,68 poin (1,23 persen).

Sementara di perbankan tanah air, bank sudah menjual dolar AS di posisi Rp 16.000. Berikut daftar nilai tukar rupiah terhadap dolar hari ini:

Bank Mandiri: kurs jual Rp 15.990

BCA: kurs jual di Rp 15.980

BNI: kurs jual di Rp 15.900

BRI: kurs jual di Rp 15.600

Panin: kurs jual di Rp 16.005

Gempa Bali Pagi Tadi Bisa Picu Tsunami Besar

Gempa Bali Pagi Tadi Bisa Picu Tsunami Besar
Gempa Bali Pagi Tadi Bisa Picu Tsunami Besar

Bali diguncang gempa 6,3 skala richter, Kamis (19/3/2020) pagi tadi. Ternyata, pusat gempa Bali bisa memicu tsunami besar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengingatkan agar masyarakat mewaspadai zona sumber gempa di selatan Bali yang berpotensi menghasilkan gempa besar dan menimbulkan tsunami.

"Zona outer rise selatan Bali ini patut diwaspadai dan tidak boleh diabaikan, karena zona sumber gempa ini mampu memicu gempa besar dengan mekanisme turun sehingga dapat menjadi generator tsunami," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis pagi.

Gempa Bali itu terjadi pukul 00.45 WIB. Gempa Bali mengguncang wilayah Bali, Lombok, Sumbawa Barat dan Jawa Timur.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut memiliki parameter 6,3 SR dengan episenter terletak pada koordinat 11,4 LS dan 115,04 BT tepatnya di laut pada jarak 305 kilometer (km) arah selatan Kota Denpasar, Bali, pada kedalaman 10 km.

Gempa tersebut bersumber di zona outer rise Bali dan terjadi 12 kali gempa susulan hingga pukul 06.00 WIB yang dipicu oleh adanya aktivitas patahan tepat di Zona Palung Jawa (Java Trench). Karena patahan batuan terjadi pada bagian Lempeng Indo-Australia, maka gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab,tetapi masih berada di zona sumber gempa di luar zona subduksi (outer rise).

Gempa yang bersumber di zona outer rise Bali tidak hanya sekali ini saja terjadi. Sebelumnya zona outer rise Bali pernah mengalami gempa signifikan sebanyak tiga kali, yaitu pada 9 Juni 2016 dengan magnitudo 6,0, pada 17 Maret 2017 dengan magnitudo 5,3, dan pada 9 Juni 2019 dengan magnitudo 5,1.

Salah satu contoh gempa dahsyat yang bersumber di zona outer rise di Indonesia yang pernah memicu tsunami mematikan adalah zona outer rise di selatan Sumbawa.
"Sumber gempa ini memicu Tsunami Lunyuk, Sumbawa, pada 19 Agustus 1977. Saat itu gempa dahsyat M 8,3 yang oleh para ahli gempa populer disebut sebagai 'The Great Sumba' telah memicu terbentuknya patahah dasar laut dengan mekanisme turun sehingga memicu terjadinya tsunami setinggi sekitar delapan meter dan menewaskan lebih dari 300 orang," kata Daryono.

Zona sumber gempa outer rise juga pernah memicu tsunami mematikan di luar negeri, yaitu peristiwa Tsunami Sanriku di Jepang tahun 1933 yang dipicu oleh gempa dengan magnitudo 8,6. Tsunami ini menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Selanjutnya adalah peristiwa tsunami Samoa di Pasifik yang terjadi pada 29 September 2009. Gempa kuat dengan magnitudo 8,1 di zona outer rise dekat subduksi Tonga juga memicu tsunami dahsyat yang menewaskan 189 orang.

"Catatan tsunami yang bersumber di luar zona subduksi di atas kiranya cukup untuk dijadikan pelajaran untuk kita semua bahwa zona outer rise (termasuk) di wilayah Indonesia merupakan zona gempa pemicu tsunami yang patut diwaspadai dan tidak boleh diabaikan," kata Daryono. (Antara)

Selasa, 17 Maret 2020

Jumlah Bertambah 38, Total Pasien Positif Virus Corona Kini 172 Kasus

Jumlah Bertambah 38, Total Pasien Positif Virus Corona Kini 172 Kasus
JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona , Achmad Yurianto mengatakan bahwa hingga Selasa (17/3/2020) ada 172 kasus pasien positif virus corona atau Covid-19.

Jumlah Bertambah 38, Total Pasien Positif Virus Corona Kini 172 Kasus

Dengan demikian, jumlah ini bertambah 38 orang dari pengumuman terakhir yang dilakukan pada Senin (16/3/2020) sore.

"Total ada 172 kasus, kasus meninggal tetap lima orang," ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Selasa sore.

Yuri menjelaskan, sebanyak 12 kasus didapatkan sejak Senin sore hingga malam.

"Sehingga sampai tanggal 15 (Maret 2020) ada 146 kasus," ucapnya.

Kemudian, jumlah ini bertambah setelah dengan hasil pemeriksaan spesimen yang dilakukan Balitbang Kesehatan. Jumlahnya dari data yang dicek saat itu bertambah 20 kasus.

Setelah itu, pemeriksaan yang dilakukan Universitas Airlangga memperlihatkan bahwa ada tambahan 6 kasus.

"Sehingga total ada 172 kasus," ucap Achmad Yurianto.

Satu Pasien Positif Virus Corona Meninggal Dunia di Semarang

Satu Pasien Positif Virus Corona Meninggal Dunia di Semarang
Semarang, IDN Times - Seorang pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUP dr Kariadi Semarang, meninggal dunia pada hari ini. Pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut menjalani perawatan intensif karena mengalami gejala virus corona ( COVID-19 ).

1. Pasien positif virus corona yang meninggal warga Semarang

IDN Times/Mia Amalia
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengaku, pasien berusia 43 tahun itu meninggal dunia pada Selasa (17/3), pukul 03.48 WIB pagi tadi.

"Si pasien teridentifikasi merupakan warga Semarang. Lalu hasil laboratorium Litbangkes di Kemenkes Jakarta, dia dipastikan positif terinfeksi COVID-19," kata Yulianto.

2. Pasien dirawat di RS Kariadi Semarang sejak 10 Maret 2020
Suasana RSUP Kariadi di jam pelayanan pagi hari. IDN Times/Fariz Fardianto

Pasien dimakamkan pada Selasa (17/3). Pihaknya, lanjut Yulianto, memastikan proses pemakaman terhadap jenazah si pasien dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Diketahui sebelumnya, pasien tersebut sudah dirawat intensif di ruang isolasi RSUP dr Kariadi Semarang sejak 10 Maret 2020. Pasien tersebut merupakan rujukan dari rumah sakit swasta lokal.

Yulianto mengonfirmasi saat dirujuk ke Kariadi, kondisi si pasien semakin drop . Bahkan kesehatannya semakin menurun ketika dimasukkan ruang isolasi.

"Kemungkinan awalnya dia kena COVID-19. Dan ternyata hasilnya memang positif," tegasnya.


3. Sudah ada 1.005 ODP virus corona di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan, saat ini sudah ada dua pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia di wilayahnya. Satu pasien berada di Solo dan yang terbaru di Semarang.

"Hari ini ada yang positif di Semarang meninggal dunia. Dan di Solo ada satu juga," akunya.

Untuk jumlah pasien yang masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) di wilayahnya mencapai 1.005 orang. Ada pun pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 69 orang.