Selasa, 15 Mei 2018

Kisah Sedih di Balik Foto Elina Tangisi Jenazah Korban Bom Gereja

Kisah Sedih di Balik Foto Elina Tangisi Jenazah Korban Bom Gereja
Kisah Sedih di Balik Foto Elina Tangisi Jenazah Korban Bom Gereja

Foto perempuan berbaju merah dan berjilbab tengah menangis di depan peti mati jemaat Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, viral di media-media sosial.
Warganet menilai, foto tersebut menunjukkan paras asli warga Indonesia yang bersatu tanpa terpecah belah oleh aksi teroris yang mengatasnamakan satu agama.
Suara.com mendapatkan foto tersebut hasil jepretan Juni Kriswanto, jurnalis foto kantor berita Prancis, Agence France-Presse (AFP).
Belakangan diketahui, perempuan berjilbab itu adalah Yuli Elina. Ia adalah sahabat kental Sri Puji Astutik, jemaat GPPS yang menjadi korban tewas akibat aksi bom bunuh diri teroris, Minggu (13/5) akhir pekan lalu.
Foto itu sendiri dipotret Juni menjelang pemakaman Sri Puji, Senin (14/5).
"30 tahun bersahabat. Sri Puji Astutik (korban bom, kristiani) dan Yuli Elina (muslim). Indahnya persahabatan tak mengenal perbedaan. May she Rest In Peace," tulis Vivid Sambas di akun Facebook miliknya, Selasa (15/5/2018).
Teman Serumah
Berdasarkan informasi yang dihimpun Suara.com, Elina dan Sri Puji adalah sahabat karib dan tinggal serumah di Jalan Petemon, Gang 2, Nomor 97/A, Surabaya.
Pada Minggu pagi yang nahas itu, Elina mengantarkan Sri Puji ke gereja. Elina sudah menganggap Sri Puji layaknya saudara.
Rasa senasib sepenanggungan di antara keduanya terjalin karena sama-sama tak memunyai anak maupun suami.
Ketika Sri Puji memasuki area dalam gereja, Elena ke bagian belakang kompleks tersebut. Kala itulah Elina mendengar suara keras ledakan.
Elina segera teringat Sri Puji dan bergegas ke bagian depan gereja, berharap sohibnya itu selamat. Namun, takdir Sri Puji berkata lain, ia tewas.

Baca juga : Blog Burung

Teror Bom, Prabowo Instruksikan Anak Buahnya Jaga Rumah Ibadah

Teror Bom, Prabowo Instruksikan Anak Buahnya Jaga Rumah Ibadah
Teror Bom, Prabowo Instruksikan Anak Buahnya Jaga Rumah Ibadah

Ketua Umum DPP Partai GerindraPrabowo Subianto memberikan instruksi kepada seluruh laskar alias anak buahnya di seluruh Indonesia untuk ikut menjaga tempat-tempat ibadah seperti Masjid, Gereja, Kuil dan Vihara.
Instruksi tersebut disampaikan oleh Prabowo di sela kampanye untuk pasangan Calon Gubernur - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said dan Ida Faziyah di Banyumas, Kebumen, dan Magelang, Selasa (15/5/2018) hari ini.
Intruksi dikeluarkan Prabowo untuk menyikapi terjadinya ledakan bom di sejumlah tempat. Ia meyakini yang melakukan teror tersebut bukanlah umat Islam. Sebab, Islam menurut dia adalah agama yang Rahmatan Lil Alamin dan melindungi semua umat manusia.
“Tidak ada ajarannya di Islam yang mengajarkan kekerasan. Islam itu besar, dan Islam itu merangkul semua,” kata Prabowo melalui siaran pers, Selasa (15/5/2018).
Mantan Danjen Kopassus itu merasa prihatin dengan situasi di tanah air belakangan ini. Sebab itulah dirinya menugaskan laskar dan kader-kader Gerindra untuk ikut menjaga tempat-ibadah serta melindungi sesama bangsa Indonesia.
"Kalau perlu kita mati untuk melindungi rakyat, itu lebih mulia. Karena seluruh agama kita mengajarkan agar kita melindungi semua,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan ada pihak-pihak yang ingin supaya negara gaduh. Sebab itu, aksi teror terjadi di mana-mana.
“Saya tegaskan, Prabowo Subianto dan keluarga besar Partai Gerindra mengutuk segala bentuk tindakan yang tidak beradab, segala macam gerakan terorisme. Prabowo dan Gerindra mengutuk segala macam bentuk terorisme,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengimbau kepada pemerintah agar melaksanakan dan menggunakan kekuasaan dengan sebaik-baiknya untuk melindungi seluruh bangsa.
“Laksanakan perintah Undang-Undang Dasar 45 untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia,“ ujar Prabowo.
Kata dia, meskipun menjadi partai oposisi pemerintah, namun Partai Gerindra menjadi salah satu partai yang mendukung APBN 2018 untuk menaikan anggaran pertahanan negara dalam rangka meningkatkan keamanan negara.
“Kita butuh polisi yang kuat, tapi kita juga butuh TNI yang kuat. Hai Adik-adikku TNI dan Polri kalian adalah prajurit- prajurit rakyat, jagalah kepercayaan rakyat. Jangan kalian jadi alatnya segelintir orang, kalian adalah alat negara, sebagai penjaga rakyat. Jangan kalian khianati rakyat, kualat kalian, “ kata Prabowo.

Baca juga : Blog Burung

Ini Peran Teroris JAD di Peledakan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Ini Peran Teroris JAD di Peledakan Bom Bunuh Diri di Surabaya
Ini Peran Teroris JAD di Peledakan Bom Bunuh Diri di Surabaya

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan 13 orang kelompok Jamaah Ansharut Daullah (JAD) yang ditangkap pasca teror bom di Surabaya, Jawa Timur.
Adapun dua orang di antaranya Budi Satrio dan F alias Wicang yang di tembak mati tim detasemen khusus 88 Anti Teror Mabes Polri.
Mereka merupakan JAD Jawa Timur, yang pemimpinnya Dita Oepriapto yang melakukan bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat, Surabaya. Setyo menjelaskan peran terduga teroris Budi Satrio yakni penampung dana kelompok JAD Jawa Timur untuk melakukan teror.
"BS ini perannya adalah penampung dana yang digunakan kelompok JAD Surabaya. Jadi, Surabaya ketuanya Dita yang melakukan bom bunuh diri di gereja," kata Setyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).
Kemudian, peran Ketua kelompok Jaringan JAD Jawa Timur, Dita juga menitipkan bom kepada Tri Murtiono, pelaku Bom Polrestabes Surabaya dan Anton pelaku bom di rumah susun Wonoloco, Sidorajo Jawa Timur.
"Dita sempat menitipkan bom kepada Tri dan kepada Anton. Tri adalah pelaku yang di Mapolrestabes," ujar Setyo
Setyo menuturkan dari kelompok JAD Jawa Timur, hasil pemeriksaan sementara bahwa perakit bom di Surabaya merupakan Dita.
"Saya belum bisa memastikan perakitannya. Tapi yang jelas fakta dilapangan Dita," ujar Setyo.

Baca juga : Blog Burung

Teroris Baku Tembak dengan Densus 88 di Surabaya

Teroris Baku Tembak dengan Densus 88 di Surabaya
Teroris Baku Tembak dengan Densus 88 di Surabaya

Baku tembak Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror dengan terduga teroris diakabarkan terjadi di Jalan Sikatan Manukan Kulon, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (15/5/2018) malam.
Informasi yang didapat Suara.com di lapangan, mulai baku tembak terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.
"Iya benar, ada baku tembak antara personel kami dengan terduga teroris," katanya.
Rudi, warga sekitar juga membenarkan adanya kontak senjata tersebut. "Iya ada baku tembak," jelasnya.
Hingga berita ini diunggah, belum ada keterangan mengenai identitas maupun jumlah terduga teroris yang terlibat baku tembak tersebut.

Baca juga : Blog Burung

13 Orang Kelompok JAD Ditangkap, 2 Orang Ditembak Mati di Jatim

13 Orang Kelompok JAD Ditangkap, 2 Orang Ditembak Mati di Jatim
13 Orang Kelompok JAD Ditangkap, 2 Orang Ditembak Mati di Jatim

Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri melakukan penangkapan sebanyak 13 orang diduga terlibat dalam jaringan teror bom di SurabayaJawa Timur. Sementara dua orang ditembak mati.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto belum dapat merinci semua peran maupun identitas 13 orang yang dilakukan penangkapan. Namun dari 13 orang ada 2 orang yang melakukan perlawanan terhadap anggota sehingga harus dilakukan tindakan tegas.
"Sampai dengan hari ini, khusus untuk wilayah Jawa Timur, sudah di tangkap sebanyak 13 orang," kata Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (15/5/2018).
Dua terduga teroris yang melakukan perlawanan terhadap anggota densus 88 yakni berinisial BS dan F alias Wicang
"Dua (orang) yang dengan terpaksa ditembak dan meninggal dunia. Karena pada saat diadakan penangkapan melakukan perlawanan. Adalah BS dan Wicang alias F," ujar Setyo.
Setyo menyebut 13 orang yang ditangkap merupakan kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daullah (JAD). Yang merupakan pemimpinnya di wilayah Jawa Timur yakni Dita Oepriarto.
"Ini semua Kelompok JAD, Surabaya dipimpin Dita," ujar Setyo
Seperti diketahui, masyarakat dibuat resah menyusul terjadinya teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur yakni, Gereja Santa Matia Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno, dan Gereja Krusten Indonesia (GKI) di Jalan Diponogoro.
Dalam peristiwa itu, mengakibatkan ada 25 orang meninggal dunia. Bahkan, sekitar 43 orang mengalami luka - luka. Tak berselang lama, kejadian pun terjadi ledakan bom di rumah susun (Rusun) belakang polsek Taman Sepanjang, Sidoarjo. Adapun korban sebanyak lima orang dengan dugaan merupakan satu keluarga.
Korban yakni inisial A, istri dan anaknya meninggal dunia. Sementara dua anak lainnya masih dirawat dirumah sakit.
Ledakan Bom, juga terjadi di Polrestabes Surabaya pagi tadi. Akibat kejadian itu, dari informasi, empat orang meninggal dunia akibat aksi bom bunuh diri tersebut.