Rabu, 30 Oktober 2019

Gempa dan Tsunami Palu Sulawesi Tengah Indonesia

Gempa dan Tsunami Palu Sulawesi Tengah Indonesia
Korban tsunami bisa saja alami fobia air. Foto: Antara Foto

Tsunami menggulung Palu, Sulawasi Tengah, Jumat (28/9) dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Dalam video detik-detik terjadinya bencana tersebut, orang-orang berteriak ketakutan melihatnya.

Setelah bencana ini terjadi, mungkinkah para korban di sana akan mengalami ketakutan berlebih terhadap air atau laut? Psikolog dari Personal Growth, Veronica Adesla mengatakan bahwa ketakutan itu merupakan salah satu gejala dari trauma psikologis.

"Menghindari tempat atau kegiatan yang dapat mengingatkan kembali peristiwa traumatis, seperti air/laut, bunyi suara air, angin, suara teriakan," ujarnya kepada detikHealth melalui pesan singkat, Sabtu (29/9/2018).

Selain itu, ketakutan akan air atau laut bisa dibarengi dengan reaksi korban yang menarik diri dari sosial atau mengisolasi diri dengan tidak bergaul atau bersosialisasi. Bisa juga kehilangan minat untuk melakukan aktivitas atau kegiatan sehari-hari.

Hal-hal tersebut menunjukkan adanya reaksi perilaku yang apabila terjadi lebih dari satu bulan sejak kejadian ini, bisa jadi korban mengalami trauma psikologis.

Veronica mengatakan bahwa dukungan besar sangat dibutuhkan para korban untuk kesehatan mentalnya dalam bentuk yang beragam, misal posko darurat atau hanya sekedar doa dari masyarakat Indonesia di mana saja.

Baca juga : Blog Burung

Sabtu, 29 September 2018

Akibat Gempa Jembatan Kuning Ikon Palu Hancur Dan Lihat Kondisinya Sekarang

Jembatan Kuning Ikon Palu Hancur Akibat Gempa, Ini Kondisinya

Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Donggala, Sulteng, meluluhlantakkan sejumlah bangunan. Salah satunya Jembatan Kuning Ponulele, yang menjadi ikon Kota Palu. 

Berdasarkan foto dan video yang dilihat detikcom dari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, kondisi jembatan hancur. Jembatan terkena terjangan tsunami yang dahsyat. 

Gambar terkait
Sebelum Gempa
Hasil gambar untuk kondisi jembatan kuning palu
Setelah Gempa

Tak cuma jembatan, permukiman yang berada di dekat Jembatan Kuning Ponulele juga hancur.

"Kondisi Jembatan Ponulele di Kota Palu yang hancur akibat gempa 7,7 SR. Jembatan ini sebelumnya sebagai icon Kota Palu. Kondisinya hancur. Pascagempa tsunami menerjang pantai sekitarnya. Permukiman di bawah hancur dan terbawa tsunami," tulis Sutopo di Twitter, pada Sabtu (29/9/2018).

Akibat gempa dan tsunami di Donggala, Sulteng, sebanyak 30 orang meninggal. Jumlah tersebut didasari data yang tercatat di Rumah Sakit Budi Agung Palu dan Bhayangkara. 

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Sulawesi Tengah, dr I Komang Adi Sujendra, menyampaikannya melalui video yang di-posting di akun Twitter PB IDI (@PBIDI). 


"Dari Rumah Sakit Budi Agung, Rumah Sakit Bhayangkara, jumlah korban meninggal yang ada di kami saat ini ada 30 orang," ujar Komang di video.

Jembatan Kuning Ponulele berada di Talise. Jembatan ini menjadi salah satu destinasi yang biasanya dikunjungi wisatawan di Palu. Jembatan Kuning juga merupakan jembatan lengkung pertama yang ada di Indonesia.

Baca juga : Blog Burung

Jumat, 28 September 2018

Akibat Gempa Donggala Sulteng 48 Orang Meninggal

Akibat Gempa Donggala Sulteng 48 Orang Meninggal
BNPB: 48 Orang Meninggal Akibat Gempa Donggala Sulteng

Sebanyak 48 orang meninggal akibat gempa dan tsunami, ini merupakan data sementara. Gempa berkekuatan 7,4 SR yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah ini juga mengakibatkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. 

"Sebanyak 48 orang meninggal, data sementara masih bisa bertambah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Menurut Sutopo, tim SAR dan relawan menemukan beberapa korban meninggal akibat tsunami di Kota Palu dan Donggala. Namun jumlahnya belum diketahui.

"Korban meninggal (48 orang) sebagian besar karena gempa. Korban tsunami di pantai-pantai ditemukan, jumlahnya masih pendataan," jelas Sutopo.

Berikut ini keterangan korban meninggal dunia yang sudah terdata BNPB:

RS Woodward Palu: 2 orang
RS Budi Agung Palu: 10 orang
RS Samaritan Palu: 6 orang
RSUD Undata Palu: 30 orang

Baca juga : Blog Burung